IAMM Survei Kebutuhan Pendidikan di SDN 107 Maluku Tengah
MALUKU TENGAH — Pengurus Inspirasi Anak Muda Maluku (IAMM) melaksanakan kunjungan survei ke SDN 107 Maluku Tengah yang berlokasi di Dusun Hunuth, Negeri Hitu Mesing, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, pada 29 November 2025.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari kepedulian IAMM terhadap dunia pendidikan, khususnya untuk melihat secara langsung kondisi sekolah dan menghimpun informasi mengenai kebutuhan sarana pendukung pembelajaran.
Rombongan IAMM terdiri atas Ketua IAMM Vanesia Lesnusa, Sekretaris Dharma Samuel, dan Bendahara Dhia Tiara Ayu. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Kepala SDN 107 Maluku Tengah, La Saima, bersama para guru.
Perkenalkan Visi dan Program IAMM
Dalam pertemuan bersama pihak sekolah, Vanesia Lesnusa memperkenalkan IAMM serta menjelaskan visi, misi, dan tujuan pelaksanaan kunjungan.
IAMM menyampaikan bahwa kegiatan survei dilakukan untuk memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi sekolah, kebutuhan tenaga pendidik, serta fasilitas yang masih diperlukan untuk menunjang proses belajar mengajar.
Dialog bersama kepala sekolah dan para guru juga menjadi ruang untuk mendengar secara langsung berbagai kendala yang dihadapi sekolah dalam menjalankan kegiatan pendidikan.
Sekolah Sampaikan Keterbatasan Dukungan
Kepala SDN 107 Maluku Tengah, La Saima, menyampaikan bahwa sekolah selama ini masih mengandalkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk memenuhi kebutuhan operasional.
Menurut pihak sekolah, dana tersebut belum sepenuhnya mencukupi berbagai kebutuhan, terutama pengadaan sarana pembelajaran, perangkat teknologi, serta perbaikan fasilitas sekolah.
Pihak sekolah juga menjelaskan bahwa SDN 107 Maluku Tengah sebelumnya pernah memperoleh bantuan berupa sound system, smart TV, dan sejumlah fasilitas lainnya dari Yayasan Grup Kulit Kenari Belanda. Sekolah turut menerima informasi mengenai kemungkinan adanya bantuan lanjutan dari yayasan tersebut.
Sejumlah Sarana Pembelajaran Menjadi Prioritas
Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah menyampaikan sejumlah kebutuhan yang dinilai penting untuk mendukung proses pembelajaran siswa.
Kebutuhan prioritas tersebut meliputi:
- buku cerita bergambar untuk siswa kelas 1 dan 2;
- alat peraga pendidikan jasmani;
- alat musik;
- alat peraga matematika;
- net dan bola voli;
- peta pembelajaran;
- torso atau alat peraga anatomi tubuh manusia;
- perangkat Starlink;
- laptop dan printer;
- magnet sebagai alat peraga pembelajaran; serta
- perangkat KIT Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Ketersediaan sarana tersebut diharapkan dapat membantu guru menyampaikan materi secara lebih interaktif serta memberikan pengalaman belajar yang lebih baik kepada para siswa.
Perbaikan Plafon dan Kamar Mandi Belum Terealisasi
Selain perlengkapan pembelajaran, SDN 107 Maluku Tengah juga masih membutuhkan dukungan untuk perbaikan fasilitas fisik sekolah, khususnya plafon dan kamar mandi.
Pihak sekolah menyampaikan bahwa kebutuhan perbaikan tersebut sebelumnya telah diajukan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tengah. Namun, hingga pelaksanaan kunjungan IAMM, pengajuan tersebut belum terealisasi.
Kondisi fasilitas sekolah menjadi perhatian karena lingkungan belajar yang aman, sehat, dan layak merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kenyamanan siswa serta tenaga pendidik.
Membuka Ruang Kolaborasi untuk Pendidikan
Melalui kunjungan survei ini, IAMM berupaya menghimpun data dan informasi secara langsung dari pihak sekolah sebagai dasar untuk menyusun langkah tindak lanjut.
Hasil survei tersebut akan menjadi bahan bagi IAMM dalam memetakan kebutuhan prioritas sekaligus membuka ruang komunikasi dengan pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha, komunitas, dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pendidikan.
IAMM berharap kolaborasi yang dibangun dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan sekolah serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas proses belajar mengajar di SDN 107 Maluku Tengah.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen IAMM untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui program pendidikan, sosial, kepemudaan, dan pemberdayaan yang disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.